Selasa, 19 Agustus 2008

Energi Keimanan dan Kesabaran Berita Terkini

ENERGI KEIMANAN DAN KESABARAN

ENERGI KEIMANAN DAN KESABARAN

Ada sebuah hadis qudsi yang menyebutkan bahwa Allah enggan pd orang sabar.''Apabila telah Kubebankan kemalangan (bencana) kepd hamba-Ku pd badannya, hartanya, atau anaknya, kemudian ia menerimanya dgn sabar yang sempurna, Aku merasa enggan menegakkan timbangan baginya pd hari kiamat atau membukakan buku catatan amalannya baginya.''

Dalam teks hadis dari HQR al-Qudha'i, ad-Dailami, dan al-Hakimut Turmudhi dari Anas ra itu disebutkan kata bi shobri jamili.Maksud Allah adalah kesabaran yang benar-benar tahan uji, tahan banting, tahan dari segala gempuran.Baik gempuran dari luar maupun gempuran yang berasal dari dalam diri kita.

Nafsu ingin berkuasa, misalnya, merampas hak atau harta orang lain, adalah bisikan jahat yang datang dari dalam diri.Pertahanan diri yang lemah, tidak sabar menahan bisikan jahat itu, akan mengantarkan kita melakukan tindakan jahat.

Belakangan ini kita bertubi-tubi tergempur oleh pukulan dari luar.Kenaikan harga dan kelangkaan BBM, keguncangan ekonomi, bencana alam, wabah penyakit, kecelakaan pesawat terbang, dan sebagainya, yang bisa mengakibatkan pertahanan diri menjadi lemah.Jerit tangis kelaparan, kesedihan, keluh-kesah, umpatan, bahkan caci-maki, bercampur-baur menjadi satu seakan tak ada lagi harapan hidup.Kehancuran hanya tinggal menunggu waktu.

Menghadapi situasi semacam itu, Allah menawarkan resep pertahanan diri yang dulu juga diberikan kepd para nabi, yaitu sabar.Kedengarannya seperti khotbah klise, memang.Tapi, inilah tuntunan agama bagi orang-orang yang beriman.

Firman Allah, ''Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah Kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga serta bertakwalah kepd Allah supaya Kamu beruntung.'' (QS 3: 200).Tiap kali Allah menyuruh, pasti disertai janji bagi siapa saja yang menjalankannya.Janji Allah dalam ayat itu adalah keberuntungan.

Begitu tinggi nilai kesabaran sampai-sampai Al Qur'an menyebutnya 80 kali dalam berbagai macamnya.Salah satu di antaranya, ketika menghadapi kemiskinan, kecelakaan, wabah penyakit, kegagalan dalam usaha dan berbagai musibah lainnya, kita diperintahkan menempuh laku al shobru indal mushibah (sabar ketika ditimpa musibah).

Jangan dikira kesabaran hanya berlaku pd orang-orang menderita saja.Setiap makhluk selalu diuji untuk sabar.Seekor burung harus terbang menentang angin dan bermacam rintangan untuk mendapatkan makanan.Orang kaya diuji sabar mengelola hartanya, para pemberani diuji bertindak saja'ah, orang baik diuji untuk tasamuh kepd semua orang, dan sebagainya.

Kesabaran mustahil dilaksanakan tanpa energi keimanan.Sinergi kedua kekuatan Ilahiah itu yang akan menjadi pertahanan diri yang luar biasa hebat untuk menghadapi berbagai kesulitan hidup.Jika mengikuti perintah Allah, yakinlah Pencipta dan Pemilik Segala Energi itu tidak akan membiarkan kita lemah.

sumber Energi Keimanan dan Kesabaran : Republika.co.id
Energi Keimanan dan Kesabaran