Kamis, 21 Agustus 2008

Sabar Saat Diingatkan Berita Terkini

SABAR SAAT DIINGATKAN

SABAR SAAT DIINGATKAN

Dgn mengutip salah satu hadis dari kitab Al-Muwattha' (karya Imam Malik), Ibnu Taymiyyah mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah lupa.Pernyataan ini sejalan dgn kisah yang termuat dalam kitab Minhaj Al Sunnah jilid 1.Di situ diceritakan bahwa saat shalat wajib empat rakaat, Nabi lupa menunaikannya dgn jumlah rakaat berlebih.Di situ tidak ditegaskan apakah shalat wajib empat rakaat itu Dzuhur, Ashar, atau Isya.

Selesai shalat, beberapa sahabat bertanya, ''Wahai Rasulullah, apakah memang ditambah rakaat dalam shalat itu?'' Nabi balik bertanya, ''Apa yang terjadi?'' Mereka menjawab, ''Engkau ya Rasulullah, melakukan shalat lima rakaat.'' Maka, dgn amat bijaksana Rasulullah SAW menjawab, ''Sesungguhnya aku hanyalah manusia.Aku dapat lupa, sebagaimana Kamu semua dapat lupa.Maka jika aku lupa, ingatkanlah aku.'' (HR Bukhari-Muslim dalam kitab Al Shahihayn).

Hadis tersebut menjelaskan, kelupaan Nabi ini merupakan sifatnya sebagai manusia biasa.Bukan berarti lupa yang ada pd diri Nabi itu merupakan sesuatu yang rutin.Ini hanya 'pelajaran' untuk menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manusia seperti kita.Beliau makan, minum, beristri, bekerja, dan sebagainya.Sifatnya ini disebut basyariah (kemanusiaan) Nabi.

Nabi yang merupakan seorang pemimpin, meminta para sahabatnya untuk segera mengingatkan jika beliau lupa.Saat ini banyak sekali pemimpin kita yang terkena penyakit lupa.Saat berkampanye mereka mengumbar janji.Tetapi setelah terpilih, ia seolah-olah melupakan janjinya.Masyarakat yang sudah telanjur memegang janji pun menjadi kecewa.Maka, wajar jika masyarakat kemudian mencoba mengingatkan pemimpinnya, lewat dialog, maupun unjuk rasa.

Pemimpin yang bijak tidak akan marah ketika ada orang yang mencoba mengingatkan bahwa dalam masa kepemimpinannya masih banyak hal yang harus diperbaiki.Ia akan bersyukur bahwa masih ada orang yang bersedia mengingatkannya, karena selama ini kemungkinan besar ia hanya dikelilingi oleh kalangan yang selalu memuji-muji kinerjanya.

Harusnya kita semua belajar dari kepemimpinan Umar bin Khattab.Ketika diberi amanat untuk menjadi khalifah, Umar mengetahui banyak orang yang kemudian menjadi takut dan segan kepdnya.Karena itu, dalam sebuah kesempatan dia bertanya kepd masyarakat untuk mencari orang yang masih tetap berani mengingatkannya saat salah dan lupa.Hanya ada satu orang yang menyatakan keberaniannya itu.Ketika Umar bertanya kepdnya, dgn apa ia akan menegurnya.Muslim yang usianya masih cukup muda itu tidak berkata apa-apa dan hanya mengacungkan pedang.Marahkah Khalifah Umar? Tidak.Bahkan, Khalifah Umar menangis karena terharu dgn adanya orang yang berani mengingatkannya jika ia berbuat salah.

Karena itu, jadilah pemimpin yang arif yang tidak hanya bisa membaca yang tersurat tetapi juga mampu membaca yang tersirat.Bagaimanapun suatu saat nanti, masing-masing kita akan dimintai pertanggungjawaban atas segala hal yang selama ini diamanahkan.

sumber Sabar Saat Diingatkan : Republika.co.id
Sabar Saat Diingatkan