Rabu, 13 Agustus 2008

Menolak Mematenkan Karyanya Wanita pertama peraih Nobel, dan orang pertama pemenang Nobel dua kali Berita Terkini

MENOLAK MEMATENKAN KARYANYA WANITA PERTAMA PERAIH NOBEL, DAN ORANG PERTAMA PEMENANG NOBEL DUA KALI

MENOLAK MEMATENKAN KARYANYA WANITA PERTAMA PERAIH NOBEL, DAN ORANG PERTAMA PEMENANG NOBEL DUA KALI

Satu abad setelah Marie Curie memenangkan Hadiah Nobel Fisika pd 10 Desember 1903, warisannya mengenai prinsip-prinsip radioaktif masih merangsang perubahan-perubahan dalam dunia sains dan kedokteran.Buah karyanya juga membuka jalan bagi penemuan tentang struktur dan pengembangan daya nuklir di kemudian hari.

Sejatinya, penemu radioaktif adalah Antoine Henri Becquerel.Marie dan suaminya, Pierre, hanya melanjutkan penyelidikan masalah-masalah radioaktif, terutama prinsip-prinsip radioaktivitas.

Namun, hasil karya Marie yang mengagumkan adalah penemuan dan pemisahan elemen kimia radium.Sebelumnya, ia juga sudah menemukan elemen radio aktif lain yang dijulukinya polonium, diambil dari nama negeri asalnya, Polandia.

pd 23 Januari 1911, Marie kembali meraih Hadiah Nobel, kali ini untuk bidang kimia, membuatnya orang pertama yang dianugerahi Hadiah Nobel dua kali.

Tidak itu saja.Putri tertuanya, Irene, bersama suaminya, Jean Frederic Joliot, juga dianugerahi Hadiah Nobel pd 1935 atas jasa mereka menemukan radio aktif buatan.Putri keduanya, Eve, menjadi musikus terkenal dan pengarang.Betul-betul sebuah keluarga yang luar biasa

Ikut 'universitas bawah tanah'

Terlahir di Warsawa, Polandia, sebagai Marie Sklodowska pd 7 November 1867, anak bungsu dari lima bersaudara ini menghabiskan masa kecilnya sebagai pelajar yang menonjol dalam hal kecerdasannya.Setelah kematian ibunya akibat penyakit TBC pd saat ia berusia 10 tahun, Marie dididik sangat disiplin oleh sang ayah, seorang profesor fisika.

pd 1883, dalam usia 15 tahun Marie berhasil menamatkan sekolah menengahnya dgn mengantongi medali emas sebagai penghargaan atas kecemerlangannya di sekolah.

Semula, masa depan baginya sangat suram karena pemerintah Polandia yang kolot tidak mengizinkan kaum wanita untuk menempuh jenjang pendidikan di universitas.Marie sempat bergabung dgn apa yang disebut sebagai "Universitas Mengambang" alias "Universitas Bawah Tanah".

pd masa inilah Marie beserta kakaknya, Bronja, memutuskan pergi ke negara lain untuk melanjutkan pendidikannya.pd 1891, dalam usianya yang 23 tahun, Marie menyusul kakaknya berangkat ke Paris.Ia berhasil memperoleh gelarnya yang pertama dalam bidang fisika di Universitas Sorbonne pd 1893.Setahun kemudian, ia menyabet gelar keduanya dalam bidang matematika.

pd 26 Juli 1895, dalam usia 27 tahun, Marie menikah dgn Pierre Curie, ilmuwan terkemuka, yang juga menjabat kepala laboratorium Akademi Fisika dan Kimia di kota Paris.Pierre bertemu dgn Marie setahun sebelumnya, ketika usianya 35 tahun.Setelah menikah, Marie lantas lebih dikenal sebagai Marie Curie.

Sinar tak kasatmata

Sementara itu, ilmu fisika berkembang dgn pesat.pd 8 November 1895, Wilhelm Rontgen, ahli Fisika berkebangsaan Jerman, berhasil menemukan sinar X.pd 28 Februari 1896, Henri Becquerel, ahli fisika Prancis, menemukan bukti bahwa mineral uranium memancarkan sejenis sinar yang tidak kasatmata, namun dapat membekas pd pelat fotografi.

Setelah melahirkan anaknya yang pertama, Irine, pd 1897, Marie memutuskan untuk memulai penelitian tentang sinar tak kasatmata yang ditemukan Becquerel sebagai subyek untuk memperoleh gelar doktornya.dgn rencananya itu, sebenarnya ia sudah mencatat sejarah karena hingga saat itu di Eropa belum ada seorang wanita pun yang berhasil meraih gelar doktor.

Marie melakukan penelitiannya pd sebuah ruangan kecil yang juga dipakai sebagai gudang di Akademi Fisika dan Kimia kota Paris.Ruangan itu sebenarnya kurang memenuhi syarat sebagai sebuah laboratorium.Hawa di dalamnya sangat dingin, lembab, dan sangat tidak nyaman.Udara yang dingin juga membuat beberapa perangkat sensor tidak dapat bekerja dgn akurasi yang semestinya.

Langkah pertama yang dilakukannya adalah menemukan cara untuk mengukur sinar misterius tersebut melalui kuat arus listrik yang ditimbulkannya di udara.Untuk itu, ia dibantu sebuah alat yang diciptakan oleh Pierre beserta saudaranya, Jacques.Alat yang disebut elektrometer itu bekerja dgn mengukur arus listrik di udara, seberapa pun kecilnya.

Becquerel telah membuktikan bahwa sinar yang dipancarkan uranium menimbulkan arus listrik di udara.dgn memanfaatkan elektrometer, Marie dapat mengetahui intensitas sinar dgn mengukur kuat arus listrik di udara.Marie segera mengumpulkan sampel aneka mineral dan kemudian mengujinya satu demi satu.

Dalam beberapa hari, ia segera memperoleh hasilnya yang pertama.Ia segera mengetahui bahwa intensitas sinar misterius tersebut bergantung pd banyaknya kandungan uranium dalam sampel: makin banyak kandungan uranium, maka intensitas sinar makin kuat.Kekuatan sinar juga tidak tergantung pd bentuk maupun kondisi sampel.

Marie kemudian tahu bahwa memang uraniumlah yang memancarkan sinar tersebut.Pertanyaan berikutnya: apakah ada mineral lain yang memancarkan sinar yang sama? Setelah meneliti berbagai sampel, ia kemudian menemukan bahwa mineral yang disebut thorium juga memancarkan sinar sejenis.

Jelas, orang tidak dapat menyebut sinar misterius ini sebagai "sinar uranium".Karenanya, Marie menggunakan istilah "radioaktif", sebutan yang masih dipakai hingga kini.

Penelitian lebih jauh pd sejenis mineral yang bernama pitchblende menunjukkan tingkat radioaktivitas yang sangat tinggi dibandingkan dgn uranium dan thorium.Namun, hingga saat itu, unsur yang bertanggung jawab terhadap radioaktivitas masih berupa tAnda tanya.

Menemukan radium

pd 1898, Pierre yang telah menyaksikan segala upaya yang dilakukan istrinya memutuskan untuk ikut terjun membantu penelitiannya.Bersama mereka memisahkan berbagai unsur yang membentuk material pitchblende untuk menemukan unsur yang dicari.pd 6 Juni 1898, mereka berhasil menemukan sebuah unsur yang kemudian mereka beri nama "Polonium", sebagai penghargaan terhadap Polandia, tanah air Marie.

Akan tetapi, bukti-bukti menunjukkan bahwa masih ada unsur lain yang tersembunyi.Unsur yang belum diketemukan itu mereka sebut sebagai radium.

Mengekstraksi radium dari batuan pitchblende menjadi pekerjaan yang sangat melelahkan.Pekerjaan yang mereka mulai sejak 1898 itu baru menampakkan hasil pd 1902.Saat itu, empat tahun setelah ia pertama kali mengumumkan bahwa radium mungkin ada, Marie akhirnya memenangkan pertempuran dgn keberhasilannya mengekstraksi sepersepuluh gram radium dari batuan pitchblende.

Saat itulah, untuk pertama kalinya dunia dapat melihat sumber sinar misterius yang telah dicari selama bertahun-tahun itu.Hasil ini akhirnya membawa Marie memperoleh gelar doktornya pd 1903.Berikutnya, bersama Becquerel, pasangan Pierre-Marie Curie memperoleh Hadiah Nobel dalam bidang fisika atas penemuannya mengenai prinsip-prinsip radioaktivitas.

Kariernya sebagai ilmuwan terus bersinar.pd 1906, ia tercatat sebagai wanita pertama yang memberikan kuliah di Sorbonne.pd 1912, Marie ditunjuk sebagai direktur pd institut radium di Paris.

Radioaktif gerogoti kesehatannya

Sayang, penelitian terhadap radioaktivitas ini akhirnya menggerogoti kesehatan Marie.Pengetahuan yang masih minim tentang radiasi membuat Marie tidak menyadari bahaya yang mengintainya.Gas radioaktif berkeliaran dgn bebas di dalam laboratoriumnya.

Sementara itu, radiasi sinar gamma berpengaruh buruk terhadap jaringan sumsum tulang dan memicu serangan kanker.Bahkan hingga kini, 100 tahun kemudian, buku-buku catatan penelitian Marie masih sangat radioaktif sehingga harus dilindungi oleh lempengan timbal.

Setelah melahirkan anak keduanya, Eve, pd 1904, kesehatan Marie terus menurun.Kesedihan juga menimpanya ketika pd 19 April 1906, suaminya, Pierre, meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu, pemahaman terhadap radioaktivitas berkembang dgn pesat, ketika putrinya, Irene, beserta suaminya, Frederic Joliot, ilmuwan fisika berkebangsaan Prancis, berhasil menemukan radioaktivitas buatan.

Menolak mematenkan karyanya

Walaupun dikenal sebagai ilmuwan besar, pasangan Pierre-Marie Curie hidup dalam kesederhanaan.Sebenarnya mereka bisa saja menjadi kaya raya apabila mematenkan proses ekstraksi radium temuannya.

Tetapi, betapapun miskin, mereka tetap tidak mau mengambil keuntungan pribadi dari temuan mereka.Bagi mereka, tidak ada sedikit pun yang perlu dirahasiakan bagi dunia untuk kepentingan kemanusiaan.

pd 4 Juni 1934, wanita luar biasa itu akhirnya meninggal dunia setelah bertahun-tahun mengidap penyakit akibat terus-menerus terpapar radiasi.

sumber Menolak Mematenkan Karyanya Wanita pertama peraih Nobel, dan orang pertama pemenang Nobel dua kali : Korantempo.co.id
Menolak Mematenkan Karyanya Wanita pertama peraih Nobel, dan orang pertama pemenang Nobel dua kali