Kamis, 24 Juli 2008

Jual-Beli Pemain Sepakbola Bukan Perdagangan Manusia Berita Terkini

JUAL-BELI PEMAIN SEPAKBOLA BUKAN PERDAGANGAN MANUSIA

JUAL-BELI PEMAIN SEPAKBOLA BUKAN PERDAGANGAN MANUSIA

Pantaskah sebuah komunitas beradab membiarkan hatinya mengeras dan tidak terusik sebuah sistem perdagangan manusia yang berjalan layaknya kita memperjualbelikan seekor sapi?


Pertanyaan retoris yang terangkum dari koran-koran Inggris di 1963 itu mungkin sekarang terdengar aneh karena yang tengah dibicarakan adalah mekanisme transfer pemain dalam sepakbola.

Akan tetapi, polemik soal praktik jual-beli pesepakbola amat wajar terjadi lantaran aturan baku tertulis soal olahraga bola sepak pun saat itu baru berumur 25 tahun saja.

Perdebatan pun tidak kunjung surut karena Pengadilan Tinggi Inggris di tahun yang sama menyatakan transfer pemain sebagai sesuatu yang ilegal karena merendahkan martabat manusia!


Fenomena ini menjadi ironi karena dua tahun sebelumnya pembatasan gaji maksimum pemain baru saja dihapus di Inggris karena terbukti Liga Italia, yang menerapkan regulasi apa pun soal upah, justru atmosfer sepakbolanya berkembang jauh lebih baik.

Football Association memang ingin sepakbola menjadi lahan bisnis yang etis, tapi uang di dunia football memiliki pikirannya sendiri. Kini FIFA telah mengatur masalah transfer yang sifatnya global dalam pengertian bisnis maupun etis.

Transfer kini dipahami sebagai sebuah aksi yang terjadi ketika seorang pemain berpindah klub. Secara legal dan bisnis, maknanya adalah memindahkan registrasi kepemilikan seorang pesepakbola bayaran dari satu klub ke klub lain.

So, di mana letaknya makna etika dalam sistem ini? FIFA mengenal mekanisme solidaritas untuk masuk ke area tersebut. Seorang pemain yang terikat kontrak diatur agar hanya bisa pergi bila klubnya setuju membatalkan perjanjian tertulis yang telah disepakati sebelumnya.

Sebagai sebuah kompensasi pembatalan kontrak, sang pemain atau klub lain yang membeli pesepakbola bersangkutan harus membayar sejumlah uang. Nah, jumlah fulus kompensasi tersebutlah yang kita kenal dengan sebutan "harga transfer".

Sebagai komponen dalam sebuah proses perjanjian transfer, pemain dan semua agen yang terlibat di dalamnya mendapatkan persentase dari harga transfer di atas. Besarnya proporsi bayaran untuk tiap-tiap pihak amat tergantung aturan yang diterapkan federasi sepakbola tempat di mana klub-klub yang terlibat bernaung.

Bosman vs Uang Pembinaan


Ambil contoh dalam proses tranfer gelandang Belanda, Orlando Engelaar, dari Twente ke Schalke . Yang berlaku bagi Engelaar dan agennya adalah aturan persentase pembayaran yang dibuat KNVB dan DFB .

Khusus di Spanyol , untuk pemain yang kontraknya telah kadaluwarsa sejak awal ditetapkan aturan bahwa mereka bebas pindah ke klub lain dengan gratis. Kini aturan ini berlaku mendunia sejak FIFA mengadopsi aturan Bosman pada 1995.


Setelah revolusi tersebut bergulir, kini klub yang memasang tarif transfer untuk seorang pemain yang tak lagi terikat kontrak dinyatakan melanggar hukum.

Akan tetapi, sebagai bentuk solidaritas bagi klub-klub kecil yang berjasa membina seorang pesepakbola belia, FIFA dan dan UEFA masih mengharuskan adanya kompensasi dalam transfer seorang pemain U-23 yang bebas kontrak. Etis 11qazkan?


POIN-POIN PENTING FIFA

----






Seorang pemain profesional adalah yang memiliki kontrak tertulis dengan sebuah klub dan dibayar lebih besar dibandingkan pengeluaran pribadinya selama aktif bersepakbola. Semua pemain dengan kondisi lain dikategorikan amatir .

Seorang pemain profesional atau amatir harus terdaftar pada sebuah asosiasi nasional untuk bermain bagi hanya sebuah klub dalam suatu kejuaraan resmi. Saat mendaftar, ia terikat aturan FIFA, konfederasi, dan asosiasi.

Seorang pemain maksimum hanya bisa didaftarkan sebagai milik tiga klub secara bergantian dalam semusim. Pada periode itu pemain tersebut hanya boleh bermain maksimal untuk dua klub yang berbeda.

Seorang pemain hanya bisa didaftarkan pada salah satu dari dua kesempatan tahunan pada asosiasi yang relevan, kecuali bila pemain yang didaftarkan berstatus tanpa klub .

Saat didaftarkan, pemain harus menyertakan paspor, salinan kontrak, dan salinan International Transfer Certificate , yang dikeluarkan asosiasi asal pemain . ITC tidak diperlukan bila pemain berumur di bawah 12 tahun. .

Seorang pemain profesional bisa dipinjamkan ke klub lain dengan perjanjian yang ditandatangani ketiga pihak yang terlibat. Masa peminjaman minimal adalah antara dua masa regristrasi tahunan. Pemain pinjaman tidak boleh dijual oleh klub peminjam.

Sebuah kontrak antara seorang profesional dan sebuah klub hanya bisa dibatalkan karena habisnya masa berlaku perjanjian atau karena kesepakatan bersama.

Pembatalan sebuah kontrak tanpa terjadinya sebuah pelanggaran oleh klub atau seorang pemain harus disertai pembayaran kompensasi. Besarnya kompensasi tergantung klausul dalam kontrak atau kesepakatan antara pemain dan klub-klub yang terlibat. , ANATOMI SEBUAH TRANSFER


Sebuah klub mengajukan penawaran tertulis untuk membeli seorang pemain. Penawaran ditujukan pada klub pemilik hingga diterima sebuah angka yang disepakati atau tawaran dibatalkan. Klub-klub yang terkait dapat diwakili seorang agen untuk proses ini.

Bila terjadi kesepakatan soal harga dan mekanisme pembayaran, klub pemilik harus mengizinkan calon pembeli berbicara dengan pemain atau agennya. Negosiasi di level ini membahas isu profesional dan finansial seperti signing-on fee , jumlah gaji, level kenaikan gaji, bonus loyalitas, bonus penampilan, eksploitasi nilai komersial pemain oleh klub, dan panjang masa kontrak.

Setelah negosiasi calon pembeli dan pemain atau agennya menghasilkan kesepakatan, dilakukan tes kesehatan.

Pemain yang lulus tes kesehatan harus melengkapi dan menyerahkan dokumen transfer seperti paspor, salinan kontrak, dan ITC pada asosiasi nasional. Pendaftaran ini bisa diwakili calon pembeli lewat administratur liga atau langsung ke pihak asosiasi.

Setelah pendaftaran dinyatakan diterima pihak asosiasi, proses transfer bisa dinyatakan selesai. Bila ada ganjalan di proses akhir ini, kontrak yang telah ditandatangani antara pemain dan calon pembeli bisa batal secara otomatis dan pemain tetap menjadi milik klub awal dengan menjalani kontrak sebelumnya. ,

sumber Jual-Beli Pemain Sepakbola Bukan Perdagangan Manusia : BolaNews.Com
Jual-Beli Pemain Sepakbola Bukan Perdagangan Manusia