Selasa, 26 Agustus 2008

Rematik Hilang karena Puasa Berita Terkini

REMATIK HILANG KARENA PUASA

REMATIK HILANG KARENA PUASA

Anggapan bahwa berpuasa bakal meningkatkan derita penyAndang penyakit rematik adalah salah besar.Sebab dgn berpuasa, mereka yang sering mengeluh nyeri tulang sedikit demi sedikit penderitaannya justru akan terkurangi.Bahkan dalam taraf tertentu penyakit tersebut akan hilang dgn sendirinya.

Dokter Harry Isbagio Sp Pd mengatakan bahwa tidak ada halangan sama sekali bagi penderita rematik untuk menjalankan kewajiban ibadah puasa.''Justru dalam penelitian, penderita sindrom nyeri pd tulang yang melakukan puasa penyakitnya akan sedikit terkurangi,'' ujar Isbagio pd Republika, Ahad (16/10).Isbagio yang selama ini dikenal sebagai konsultan penyakit rematik itu lebih lanjut mengungkapkan, puasa akan menjadikan berbagai macam hormon sitogen akan menurun.Artinya, nyeri yang diderita orang yang mengidap penyakit rematik akan berkurang karena terpengaruh hormon yang berkurang sejalan dgn kegiatan ibadah puasa yang dijalankan.

pd dasarnya, kata Isbagio, penderita rematik tidak perlu makan obat secara rutin.Penderita akan makan obat apabila nyerinya kambuh.Obat itu jenisnya pun bermacam-macam, tidak selalu berupa asupan dgn diminum.Sebab, juga terdapat obat oles yang dijual umum.''Makanya, halangan untuk berpuasa nyaris tidak ada karena tidak memerlukan obat rutin,'' lanjutnya.

Namun demikian, banyak juga yang mengkhawatirkan pengaruh keharusan bangun pagi-pagi untuk keperluan makan sahur.Hawa dingin dini hari memungkinkan kambuhnya rasa nyeri di sekitar persendian.''Kemungkinan itu bisa saja terjadi bila melewatkan waktu puasa dgn banyak tidur,'' katanya.''Semakin lama tubuh tidak bergerak karena digunakan untuk tidur, ketika bangun pasti akan kaku tulang-tulangnya.Makanya sering saya katakan penderita rematik harus sering banyak gerak,'' tutur Isbagio.

Ia pun menganjurkan agar selama berpuasa tetap berkegiatan secara wajar.Dalam arti, selalu bangun tetap pd waktunya di waktu sahur.Setelah sahur boleh tidur sebentar lalu melakukan aktivitas seperti biasa.Bila perlu sorenya berolahraga kecil.Dan setelah buka puasa tidurnya pun jangan terlalu cepat.''Saya pun selalu menganjurkan agar pasien-pasien saya berpuasa.Bila tidak di bulan Ramadhan puasa Senin Kamis pun tidak ada masalah.Malah ini bisa menurunkan berat badan,'' lanjutnya.

Penyakit rematik pd dasarnya terjadi pd persendian karena bengkak, pengapuran hingga menyebabkan sakit bila digerakkan.Jenisnya berbagai macam.Ada pengapuran yang biasanya menyerang pria dan wanita usia lanjut.Lalu jenis rematik yang menyerang pd usia lebih muda lagi, rhemathoid arthitis.Yang harus memperoleh perhatian apabila terkena asam urat.Kata Isbagio, jenis penyakit ini biasanya menyerang pria usia 40 tahun ke atas.Penyakit ini tumbuh akibat terlalu banyak mengkonsumsi makan-makanan yang mengandung asam urat di waktu mudanya.Sehingga persendiannya selalu sakit.

''Khusus bagi penderita penyakit ini harus memperbanyak minum air putih.Bahkan harus diusahakan minum air putih lebih dari tiga liter sehari selama bulan puasa.Supaya dalam kencingnya asam uratnya bisa terbawa serta nanti,'' tambahnya.Selain itu, lanjutnya, dalam berbuka puasa mesti menghindari makan-makanan yang banyak uratnya, seperti jerohan dan emping.Atau lebih baik berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk mencari makanan apa yang cocok untuk dikonsumsi.Sebab salah makan sedikit saja, penyakitnya akan berakibat fatal.

''Biasanya ketika berbuka makan apa saja kan dianggap menarik.Inilah bahayanya bila tak hati-hati,'' urai Isbagio.Lepas dari itu semua, ternyata pengaruh puasa sangat besar bagi penderita rematik.Orang yang biasa tidurnya terlalu lama akan seringkali terbangun.Terlebih lagi bisa disertai aktivitas shalat tarawih.Kegiatan ibadah ini bisa meningkatkan daya geraknya sehingga sedikit demi sedikit sakitnya akan hilang.

sumber Rematik Hilang karena Puasa : Republika.co.id
Rematik Hilang karena Puasa