Rabu, 23 Juli 2008

Fenomena di Ligue 1 Aksi Mogok Latihan Berita Terkini

FENOMENA DI LIGUE 1 AKSI MOGOK LATIHAN

FENOMENA DI LIGUE 1 AKSI MOGOK LATIHAN

Ada fenomena menarik di Prancis. Dua penyerang top di Ligue 1 melakukan aksi mogok latihan karena klub mereka tak memberi sinyal bagus terhadap tawaran transfer dari klub lain.


Adalah Jimmy Briand dari Rennes dan Bakari Kone dari Nice yang melakukan aksi itu. Briand tak mengikuti latihan pramusim di Carnac karena menganggap klub telah mengkhianatinya. Rennes mengabaikan tawaran Paris Saint-Germain sebesar 8 juta euro .


"Dia menatap mata saya dan berkata pintu akan dibuka pada akhir musim jika ada tawaran bagus. Hari ini dia berkata pintu sudah ditutup. Saya tidak akan menerima itu," kata Briand kepada l'Equipe.


Briand mengatakan dirinya sudah siap untuk berhenti bermain sepakbola jika Dreossi tak berubah pikiran. Sampai demikian pemain berusia 22 tahun itu kecewa? Melihat latar belakang si pemain, kekecewaan Briand bisa dimaklumi. Ia dilahirkan di Paris dan punya impian berbaju PSG.


Rennes jelas marah. "Saat ada tawaran yang luar biasa, tidak ada pemain yang tidak dapat dijual. Kami tidak menerima satu pun tawaran yang dapat membuat kami memulai negosiasi. Bukan dia atau agennya yang memutuskan apa yang harus dilakukan klub. Saya menanti tawaran bagus serta Jimmy kembali dan memulai latihan. Soal kemungkinan sanksi, kita akan lihat. Dia telah menempatkan dirinya pada posisi yang salah. Ini kesalahan yang sangat serius," ujar Dreossi.


Surat Dokter


Tidak seperti Briand, Kone absen dari latihan pramusim Nice dengan menyerahkan bukti. Namun, pihak klub menilai hal itu sebagai alasan yang dicari-cari Kone karena kecewa gagal pindah ke Marseille.


"Dia menyerahkan surat dari dokter untuk membenarkan ketidakhadirannya. Saya akan menunggunya pada latihan hari Senin. Jika dia tidak muncul, maka tidak ada negosiasi dengan klub lain. Dia akan dinyatakan tidak untuk dijual dan akan dihukum," kata Presiden Nice, Maurice Cohen.


Cohen pada Selasa lalu menyatakan negosiasi melelahkan antara Nice dan Marseille akhirnya gagal menemui titik temu. Marseille mengajukan harga 8 juta euro, sementara Nice menginginkan penyerang berusia 26 tahun dilepas dengan nilai 12 juta.


Menurut Cohen, beberapa klub lain di Prancis dan luar negeri juga menginginkan penyerang asal Pantai Gading itu.

Musim lalu, Kone mencetak 14 gol dalam 30 penampilan di Ligue 1. Briand tak setajam Kone. Musim lalu ia hanya mencetak tujuh gol di Ligue 1. Tapi, pemain ini punya nilai tinggi karena dianggap sebagai penyerang masa depan tim nasional Prancis.


sumber Fenomena di Ligue 1 Aksi Mogok Latihan : BolaNews.Com
Fenomena di Ligue 1 Aksi Mogok Latihan